Miskin Harta Bukanlah Neraka

Assalamu’alaykum…..

Allah SWT berfirman:

وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى(87:17
“Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal” (QS Al A’laa [87] : 17)

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرّاً ثُمَّ يَكُونُ حُطَاماً وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ(57:20
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.(QS Al Hadid : 20)

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, “Allahummaj ‘al rizqa aali muhammadin quutaa” (“Yaa Allah, jadikanlah rizki keluarga Muhammad sekedar kebutuhan pokok”) (HR. Muslim)

Juga dari Abu Hurairah ra., dia berkata, “Tikar Rasulullah SAW itu terbuat dari kulit yang diisi oleh ijuk (sabut)” (HR. Bukhari – Muslim)

Dari Aisyah ra, dia berkata, “Nabi SAW keluar dari dunia, dan beliau tidak pernah kenyang karena roti dan gandum” (HR. Imam Muslim)

Di hadits lain Rasulullah SAW juga bersabda, “Jadilah kamu di dunia seolah–olah kamu perantau atau seperti penyebrang jalan” (HR. Bukhari 5/2358, dari sahabat Abdullah bin Umar ra.)

Banyak sebagian orang – orang yang hidup mewah, harta berlimpah, memiliki rumah yang besar, mobil yang banyak, tabungan yang melimpah dll. Apakah mereka dapat mengatakan bahwa mereka hidup bahagia? Walaupun ada tidak seperti yang kita banyangkan. Ataukah mereka dapat mengatakan, “baytii jannatii” (“rumahku surgaku”)?. Belumlah tentu hal ini ada pada hati mereka. Insya Allah sering kita mendengar bahwa banyak orang yang hidup bermewah-mewahan akhirnya bunuh diri, sterss, keluarganya berantakan, pasangannya berselingkuh, pecandu narkotik, dan sebagainya. Dan hal ini sudah tentu menunjukan bahwa harta tidak akan menjamin kebahagiaan bahkan dapat menyebabkan hal yang sebaliknya yaitu dengan harta yang melimpah maka fitnah dan cobaan akan datang bertubi – tubi.

Dari Abdullah bin Amr bin Al Ash ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Qad aflaha man aslama waruziqa kafaafan wa qanna’atuLLaHu bimaa ataahu” (“Beruntunglah orang yang masuk Islam dan diberi rizki secukupnya (oleh Allah) dan Allah membuatnya puas dengan apa yang diberikan kepadanya” (HR. Muslim 2/370, Ahmad 2/168 dan Al Baihaqi 4/196)

Sangatlah nampak bahwa kebahagiaan tidak ditentukan oleh banyaknya harta, akan tetapi insya Allah kebahagian itu diperoleh karena seseorang menjadi muslim dan yang kemudian hatinya selalu puas dengan apa yang telah Allah SWT berikan terhadapnya baik itu dalam jumlah banyak ataupun sedikit, ia selalu mensyukurinya dan menyisihkan sebagian dari pada hartanya yang ia peroleh untuk di belanjakan di jalan yang Allah ridhai.

Dan betapa berbahagianya orang–orang miskin yang hidup dengan penuh rasa syukur dengan tidak merasa kurang atas pemberian Allah karena insya Allah di akhirat kelak perhitungan hisab mereka lebih cepat dibandingkan dengan orang–orang kaya.

Rasulullah saw bersabda:
“Orang – orang miskin akan masuk surga 500 tahun lebih dahulu daripada orang-orang kaya” (HR. Tirmidzi, dia berkata, “Hadits shahih”, dari Abu Hurairah ra.)

Merekalah kebanyakan dari penghuni surga sebagaimana yang di ucapkan oleh Rosulullah saw dari Usamah bin Zaid ra.,
“Qumtu ‘alaa baabil jannati faidzan ‘aammatu man dakhalahaal masaakiinu” (“Aku pernah berdiri di pintu surga, ternyata kebanyakan orang–orang yang masuk kedalamnya adalah orang – orang miskin” (HR. Bukhari – Muslim)

Rasulullah saw pun insyaAllah berdo’a demikian: (“Allahumma … wahsyurnii fii zumratil masaakiin” (“Ya Allah …kumpulkanlah aku (pada hari kiamat) bersama rombongan orang-orang miskin” (HR. Ibnu Majah no. 4126, dihasankan oleh Syaikh Albani dalam Al Irwa no. 861 dan Ash Shahihah no. 308)
Dunia itu tidak bernilai di sisi Allah Walaupun seberat sayap nyamuk Jika pun bernilai seberat itu. Tak seteguk pun air akan dirasakan oleh orang – orang kafir itu (Silahkan lihat matan haditsnya pada Kitab Riyadush Shalihin, HR. Tirmidzi, dia berkata, “Hadits hasan shahih”)

Insya Allah semua ada pada niat dan keikhlasannya. Tidak mengapa seseorang hidup dalam kemewaan akan tetapi ingat..! Penuhi kewajiban Anda pada Allah SWT.

Dari Abu Dzar ra., Rasulullah SAW bersabda, “Jibril berkata kepadaku, ‘Barangsiapa meninggal dunia dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, maka pasti dia masuk surga’” (HR. Bukhari)

Miskin atau kaya…? Mari ta’ati Allah dan Rasul-Nya.

From:”Jangan bersedih”

Kaitkata: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.